Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI 2026 Gelar Lomba Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah Bersama Ibu-Ibu PPK di Desa Pekan Tua, Kempas.

banner 468x60

Indragiri Hilir – 21 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) menyelenggarakan kegiatan lomba pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah bersama ibu-ibu PPK Desa Pekan Tua, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir pada Minggu (21/7/2026).

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus mendorong kreativitas dalam menciptakan produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomis.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Sejak siang hari, para peserta yang terdiri dari ibu-ibu PPK telah berkumpul di lokasi kegiatan untuk mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan penyampaian materi mengenai dampak negatif pembuangan minyak jelantah secara sembarangan terhadap lingkungan.

Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI menjelaskan bahwa minyak jelantah yang dibuang ke saluran air atau tanah dapat mencemari lingkungan serta berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan apabila digunakan kembali sebagai minyak goreng.

Sebagai solusi, mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI memperkenalkan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Produk ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai jual yang dapat dikembangkan sebagai peluang usaha rumahan.

Dalam sesi praktik, peserta diberikan penjelasan mengenai tahapan pembuatan lilin, mulai dari proses penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, penambahan pewarna dan minyak esensial sebagai aroma terapi, hingga proses pencetakan dan pendinginan lilin.

Setelah sesi demonstrasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan lomba pembuatan lilin aromaterapi.

Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberi kesempatan untuk berkreasi menghasilkan lilin dengan tampilan yang menarik, aroma yang khas, serta kualitas yang baik. Kreativitas para peserta terlihat dari variasi warna, bentuk, dan teknik dekorasi yang diterapkan pada setiap hasil karya. Suasana kompetisi berlangsung meriah namun tetap menjunjung tinggi semangat kebersamaan dan kerja sama antaranggota kelompok.

Tim penilai melakukan penilaian berdasarkan beberapa aspek, antara lain kebersihan proses pembuatan, kreativitas desain, kekuatan aroma, kerapian hasil akhir, serta kemampuan peserta dalam memanfaatkan bahan yang tersedia. Kelompok dengan hasil terbaik memperoleh penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan inovasi yang ditunjukkan selama perlombaan.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh sepuluh mahasiswa KUKERTA Berdampak Universitas Riau Membangun Kampung 2026, yakni Tarmizi, Laurencia Hutabarat, Hanifah Izzati Haryadi, Sabda Yohana Harita, Alya Nafisa Alfaris, Aulia Putri, Eirene Yosepine Br Ritonga, Anastasya Dewi Ambarwati, Mhd. Raihan Putra Hastiza, dan Nul Rahpani.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI berharap masyarakat, khususnya ibu-ibu PPK, semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara bijak. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi menjadi contoh nyata bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak berguna dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat, estetika, dan nilai ekonomi.

Selain menjadi ajang edukasi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI dengan masyarakat Desa Pekan Tua. Interaksi yang terjalin selama kegiatan menunjukkan adanya semangat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif.

Antusiasme peserta yang tinggi menjadi bukti bahwa program pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi sederhana mampu diterima dengan baik dan memberikan pengalaman baru yang bermanfaat.

Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI berharap pengetahuan yang telah diperoleh selama kegiatan ini dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat.

Dengan demikian, pemanfaatan minyak jelantah tidak hanya berhenti sebagai kegiatan pelatihan semata, tetapi dapat menjadi langkah nyata dalam mengurangi limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha kreatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Pekan Tua.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KUKERTA Berdampak Universitas Riau Desa Pekan Tua, Dr. Indra Primahardani, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan lomba ini merupakan bentuk implementasi nyata tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya hadir untuk menyelenggarakan kegiatan, tetapi juga membawa dan mengasah kreativitas yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

“Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diasah melalui perlombaan ini dapat terus dikembangkan oleh masyarakat, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan lomba ini merupakan bagian dari Program KUKERTA berdampak membangun Kampung Universitas Riau Tahun 2026 yang terselenggara atas dukungan penuh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau.

Melalui dukungan tersebut, Universitas Riau terus mendorong lahirnya berbagai program pengabdian yang inovatif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masyarakat, sejalan dengan komitmen universitas dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di berbagai wilayah Provinsi Riau.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *