Kabut Asap Tebal Selimuti Dumai, DPD LSM MAUNG Riau Soroti Lambannya Keputusan Pejabat Daerah Lindungi Anak Sekolah

banner 468x60

DUMAI, Rabu 7 Oktober 2026 — Kabut asap tebal menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Dumai pada pagi hari ini. Kondisi jarak pandang yang terlihat sangat terbatas tersebut mendapat perhatian dari DPD LSM MAUNG Riau, yang menyoroti lambannya pemerintah daerah dalam mengambil keputusan terkait aktivitas sekolah dan perlindungan terhadap anak-anak.

Ketua DPD LSM MAUNG Riau, Wan Ade Syahputra, menyayangkan belum terlihatnya langkah cepat dari pejabat Pemerintah Kota Dumai dalam menentukan apakah kegiatan belajar mengajar perlu diliburkan, ditunda, atau dilakukan dari rumah ketika kondisi udara dan jarak pandang memburuk.

> “Kami menyayangkan lambannya pejabat Pemerintah Kota Dumai mengambil keputusan. Ketika kabut asap tebal sudah menyelimuti kota pada pagi hari, keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas,” ujar Wan Ade.

 

Menurut MAUNG, pemerintah tidak seharusnya menunggu sampai muncul korban atau anak-anak mengalami gangguan kesehatan akibat terpapar udara yang tidak sehat. Pemerintah daerah dinilai perlu memiliki mekanisme yang jelas dalam merespons kondisi kabut asap, termasuk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, BPBD, sekolah, serta pihak terkait lainnya.

MAUNG Pertanyakan Keberadaan Pejabat Pengambil Keputusan

Wan Ade juga mempertanyakan keberadaan serta respons pejabat yang memiliki kewenangan mengambil keputusan di tengah kondisi tersebut.

> “Kemanakah perginya pejabat pengambil keputusan yang ada di Kota Dumai? Jangan sampai masyarakat justru bingung ketika kondisi seperti ini terjadi. Pemerintah harus hadir dan memberikan kepastian kepada masyarakat,” tegasnya.

 

Ia menilai keputusan mengenai kegiatan sekolah tidak boleh hanya melihat persoalan administrasi, tetapi harus mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan, terutama keselamatan peserta didik.

Apabila kondisi udara dinilai membahayakan, menurut MAUNG, pemerintah perlu segera mengeluarkan imbauan yang jelas kepada masyarakat, termasuk mengenai penggunaan masker, pembatasan aktivitas di luar ruangan dan kemungkinan penghentian sementara kegiatan belajar tatap muka.

Jangan Tunggu Sampai Ada Korban

MAUNG Riau mengingatkan bahwa anak-anak merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perlindungan ketika kualitas udara memburuk. Karena itu, pemerintah diminta mengedepankan prinsip kehati-hatian.

“Jangan tunggu sampai ada korban. Kalau memang kondisi udara dan kabut asap membahayakan, segera ambil keputusan. Anak-anak kita harus menjadi prioritas,” kata Wan Ade.

MAUNG juga meminta Pemerintah Kota Dumai menyampaikan informasi secara terbuka kepada masyarakat mengenai kondisi kualitas udara, hasil pemantauan lingkungan, serta langkah yang akan dilakukan apabila kabut asap kembali memburuk.

Pemerintah Diminta Tidak Lamban

DPD LSM MAUNG Riau menegaskan bahwa kritik tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.

MAUNG berharap pemerintah daerah tidak saling menunggu dalam mengambil keputusan. Koordinasi antarlembaga dinilai harus dilakukan secara cepat sehingga masyarakat mendapatkan kepastian dan tidak harus mengambil keputusan sendiri-sendiri.

“Pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan. Jangan sampai ketika kabut asap sudah tebal, keputusan baru dibahas. Keselamatan anak-anak tidak boleh kalah dengan lambannya birokrasi,” tutup Wan Ade Syahputra.

DPD LSM MAUNG Riau menyatakan akan terus memantau kondisi kabut asap di Kota Dumai dan meminta pemerintah daerah memberikan respons yang cepat, terukur, transparan, serta mengutamakan keselamatan masyarakat.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *