DPN PERMAHI Dukung Regenerasi Kepemimpinan Polri, Apresiasi Pengabdian Kapolri

banner 468x60

JAKARTA, Kamis, 1 Oktober 2026 — Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPN PERMAHI) mendukung proses regenerasi kepemimpinan di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan, memperkuat institusi, dan menjawab tantangan penegakan hukum yang terus berkembang.

Ketua Umum DPN PERMAHI, **Azhar Sidiq S.H.**, mengatakan regenerasi merupakan bagian penting dalam setiap institusi, termasuk Polri. Menurutnya, proses tersebut diperlukan untuk menjaga keberlanjutan organisasi sekaligus membuka ruang bagi kepemimpinan baru untuk melanjutkan dan mengembangkan agenda reformasi kepolisian.

“Regenerasi kepemimpinan merupakan sesuatu yang penting dalam setiap institusi. Polri membutuhkan kesinambungan kepemimpinan sekaligus ruang bagi generasi berikutnya untuk melanjutkan dan mengembangkan agenda reformasi kepolisian,” ujar Azhar.

Di sisi lain, PERMAHI menyampaikan apresiasi atas pengabdian dan kepemimpinan **Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo** selama memimpin Polri. Menurut Azhar, pengalaman, kebijakan, dan capaian yang telah dibangun selama kepemimpinan sebelumnya perlu menjadi bagian dari fondasi bagi kepemimpinan selanjutnya.

“Regenerasi bukan berarti memutus mata rantai. Justru regenerasi harus menjadi proses untuk meneruskan hal-hal baik, mengevaluasi kekurangan, dan menghadirkan inovasi baru,” katanya.

Azhar menegaskan, proses pergantian kepemimpinan di tubuh Polri harus tetap berlangsung secara konstitusional, profesional, dan sesuai dengan mekanisme hukum serta kewenangan yang berlaku.

“Kami menghargai pengabdian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan berharap setiap proses pergantian kepemimpinan dapat berlangsung secara konstitusional, profesional, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Menurut DPN PERMAHI, tantangan Polri ke depan semakin kompleks. Selain penegakan hukum, Polri dihadapkan pada perkembangan kejahatan berbasis teknologi, konflik sosial, persoalan lingkungan dan sumber daya alam, hingga meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas.

Karena itu, kepemimpinan Polri ke depan dinilai perlu memastikan kesinambungan reformasi kelembagaan sekaligus memperkuat profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan publik.

“Polri adalah institusi yang memiliki posisi strategis dalam negara hukum. Kepemimpinan yang baru nantinya harus mampu menjaga marwah institusi, memperkuat profesionalisme anggota, sekaligus memastikan hukum hadir secara adil dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tegas Azhar.

PERMAHI juga menilai regenerasi kepemimpinan tidak semata-mata harus dipandang sebagai pergantian figur, tetapi sebagai momentum untuk memperkuat institusi secara berkelanjutan.

“Yang terpenting bagi kami bukan sekadar siapa yang memimpin, tetapi bagaimana kepemimpinan tersebut mampu membawa Polri semakin profesional, transparan, akuntabel, dan dekat dengan masyarakat. Kepentingan institusi dan kepentingan rakyat harus menjadi orientasi utama,” tutup Azhar.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *